Minggu, 25 Desember 2011

Fun Bike Amburadul

 FUN BIKE
Minggu itu suasana cukup cerah, meskipun semalam diguyur hujan. Aggenda pasekleg minggu ini adalah mengikuti acara fun bik di Trirenggo. Yah itung-itung ikut meramaikan acara departemen perikanan.
Tapi apa yang terjadi setelah kita sampai di Trirenggo tidaklah seperti apa yang kita harapkan.Panitia kurang persiapan dalam mengadakan event tersebut.
Pada saat kita tiba disana tenda tamu undangan baru didirikan, panitia belum mempersiapkan diri.Kita bersabar menunggu acara dimulai sambil bercanda tertawa dan bersendau gurau, ada juga yang melihat aksesoriies untuk sepeda.
Acara dimulai, dari Trirenggo ketimur setelah itu keutara lalu kebarat trus keselatan dan ketimur lagi. Pokoknya kita muter, balik lagi ke Trirenggo. Sampai di Trirenggo kita menukar kupon dengn pecel lele. Tapi apa yang terjadi janjinya pecel lele yang kita dapet nasi WADER. Meskipun begitu kita makan dengan lahapnya, yach karna memang kami dari pagi belom makan.

a





Memang panitia kurang persiapan dalam mengadakan event, kami masih nunggu acara inti. Namun sebagian dari kami ada yang pulang karena panitia sangat lamban untuk memulai acara inti yaitu pembagian doorprice, sehingga tinggal segelintir anggota yang masih menunggu untuk wakil pengambilan hadiah..... kalau dapet maksudnya. Tapi rupanya hadiah yang ada di situ tidak sesuai di BROSUR. Memang panitia membohongi sekian banyak peserta, Ini merupakan pembohongan massal, pengundian tidak fair. terbukti banyak hadiah yang ngandang, tidak disaksikan notaris pihak berwajib dan lain lain.

Sungguh ironis ,memang, dijaman sekarang masih ada oknum yang bertindak demikian. apakah tidak malu jika sebagai instansi yang mengadakan event yang gagal tersebut dan menipu seluruh peseta baik itu per orangan maupun kelompok dengan iming-iming hadiah yang pada kenyataanya hadiah tersebut banyak yang tak terwujud. Mohon menjadi koreksi bagi penyelenggara pabila membaca artikel ini.

Jumat, 21 Oktober 2011

Pasekleg Tour De Imogiri

Pagi itu begitu cerah, hari ahad 16 oktober 2011  burung-burung berkicau dengan ceria saat seorang anggota PASEKLEG teriak di luar rumah "ayo cepat berangkat.. dah ditunggu. Pagi itu saya bangun kesiangan, harusnya jam 5 pagi kita sudah berangkat tapi baru bangun (ngantuk coy ^_^). Memang setiap malam ahad pemuda dusun Klegen mendapat jatah ronda (buat ngeles ajah.. biasanya emang bangun siang :p ) . Yah Dusun Klegen itulah asal dari Pasekleg atau Paguyuban Sepeda Klegen, sebuah dusun kecil 50 m di timur jalan Parangtritis km 19 jogja. 

Kumpul Di makam Raja di Jimatan Imogiri

hemm masih banyak banget sebenarnya foto yg mau saya upload tapi apa daya fakir bandwith :D. Dilanjutin aja ceritanya coy. Setelah kami sampai di Makam Raja dan Makam Seniman di Imogiri kami memakirkan sepeda alias pit kebanggaan kami di tukang parkir terdekat 10 sepeda ongkos parkirnya 15 ribu.. mahal amat.. perasaan parkir motor cuma seribu, tapi ga papa dan tetap semangat. 



Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa Paguyuban Sepeda Klegen memilih kuburan untuk rekreasi pekanan? hemm begini ceritanya. sebenarnya ini agar kita bisa melatih semua otot di tubuh kita (Pak Parjiyo-Red). Pertama, kita naik sepeda dari rumah kemudian sesampainya disana kita masih harus jalan mendaki ratusan anak tangga dan keliling komplek makam yang mungkin lebih dari 5 hektar. mau lihat?

Anak tanga menuju Makam Raja di Imogiri

Gimana.. sudah lihat? jangan salah prend yang di foto itu baru seperempatnya aja :D. Jadi kita ke Makam bukan untuk ngalap berkah dsb coy, kalau itu dah masuk syirik coy, ga boleh ga boleh. akhir kata
MARI KITA BERSEPEDA BIAR SEHAT!!!

Posted  by Eko Setiaji