Pagi itu begitu cerah, hari ahad 16 oktober 2011 burung-burung berkicau dengan ceria saat seorang anggota PASEKLEG teriak di luar rumah "ayo cepat berangkat.. dah ditunggu. Pagi itu saya bangun kesiangan, harusnya jam 5 pagi kita sudah berangkat tapi baru bangun (ngantuk coy ^_^). Memang setiap malam ahad pemuda dusun Klegen mendapat jatah ronda (buat ngeles ajah.. biasanya emang bangun siang :p ) . Yah Dusun Klegen itulah asal dari Pasekleg atau Paguyuban Sepeda Klegen, sebuah dusun kecil 50 m di timur jalan Parangtritis km 19 jogja.
Kumpul Di makam Raja di Jimatan Imogiri
hemm masih banyak banget sebenarnya foto yg mau saya upload tapi apa daya fakir bandwith :D. Dilanjutin aja ceritanya coy. Setelah kami sampai di Makam Raja dan Makam Seniman di Imogiri kami memakirkan sepeda alias pit kebanggaan kami di tukang parkir terdekat 10 sepeda ongkos parkirnya 15 ribu.. mahal amat.. perasaan parkir motor cuma seribu, tapi ga papa dan tetap semangat.
Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa Paguyuban Sepeda Klegen memilih kuburan untuk rekreasi pekanan? hemm begini ceritanya. sebenarnya ini agar kita bisa melatih semua otot di tubuh kita (Pak Parjiyo-Red). Pertama, kita naik sepeda dari rumah kemudian sesampainya disana kita masih harus jalan mendaki ratusan anak tangga dan keliling komplek makam yang mungkin lebih dari 5 hektar. mau lihat?
Anak tanga menuju Makam Raja di Imogiri
Gimana.. sudah lihat? jangan salah prend yang di foto itu baru seperempatnya aja :D. Jadi kita ke Makam bukan untuk ngalap berkah dsb coy, kalau itu dah masuk syirik coy, ga boleh ga boleh. akhir kata
MARI KITA BERSEPEDA BIAR SEHAT!!!
Posted by Eko Setiaji
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWah jan Tonjo banget iki Munggahe Ono Makam
BalasHapuswww.investasiramlan.blogspot.com
Mualim Ramlan